Selasa, 14 Februari 2017

Manfaat katalog Dulu dan kini


Manfaat katalog Dulu dan kini
Berawal dari katalog buku sampai katalog online
Oleh :
Sayu Putu Sri Artasari ( 1612311008 )

Abstrak
Tujuan dari tulisan ini adalah menganalisis bagaimana manfaat katalog yang dari awal terciptanya katalog berbentuk buku hingga perkembangan katalog menjadi modern atau online. Katalog yang saat ini banyak digunakan pada berbagai perusahaan, perpustakaan dan sebagainya. Begitu juga banyaknya manfaat dari katalog ini yang semakin mengalami perkembangan. Maka dari itu penulis akan membahas bagaimana katalog itu tercipta hingga apa saja yang menggunakan katalog tersebut, bagaimana perubahan katalog dari buku menjadi online, dan yang menjadi bahasan utama ialah manfaat darii katalog itu pada zaman dulu hingga kini. Karena saat ini katalog buku sudah semakin sedikit yang menggunakan dan semakin digantikan dengan katalog online yang menggunakan computer.
            Kata kunci : katalog, katalog buku, katalog online.
Latar belakang
Dizaman dulu orang yang ingin mempromosikan produknya ataupun memperlihatkan koleksi yang dimiliki harus memperlihatkan semuanya. Hal tersebut memerlukan banyak waktu dan tempat hanya untuk memperlihatkan kepada orang lain.  Ini tentu membuat manusia berfikir bagaimana untuk mencari cara baru agar dalam mempromosikan barang tidak harus memperlihatkan secara langsung yang dimiliki. Melainkan hanya dengan memperlihatkan gambar atau keterangan lain yang mewakili dari semua koleksi yang dimiliki.
Seiring dengan hal itu, manusia mulai membuat sesuatu yang sederhana, yaitu dengan membuat beberapa daftar dari barang – barang yang dimilikinya, yang nantinya ketika ia ingin mempromosikannya ke orang lain dapat lebih mudah. Setelah itu manusia mulai membuat beberapa potongan – potongan kertas yang berisi daftar – daftar yang mewakili dari setiap koleksinya.
Seiring dengan perkembangan zaman ketika manusia mulai mengenal adanya komputer, mulai saat itulah katalog mengalami perkembangan yang sangat pesat. Manusia mulai menggunakan komputer untuk membuat katalog, bahkan katalog pada buku mulai semakin sedikit penggunanya. Karena manusia mulai merasa bahwa katalog dalam komputer lebih efisien dan lebih praktis. Tidak hanya katalog dengan komputer saja, manusia pun mulai mengembangkan katalog yang berbasis online, hal ini karena terciptanya internet yang membuat manusi semakin mengembangkan katalog dengan berbasis online. Dan katalog online saat ini banyak sekali digunakan seluruh orang di dunia ini,
Zaman dulu katalog masih sangat bersifat sederhana yang pertama kali  melakukan perkatalogan adalah angkatan laut Amerika Serikat pada tahun 1914. Mereka melakukan perkatalogan untuk mencatat barang – barang militer yang mereka miliki  sehingga memudahkan mereka untuk mengecek kembali barang militer mereka. karena yang mereka lakukan sangat mereka rasakan  manfaatnya sehingga mereka terus melakukan pekembanga terhadap katalog.
Sesuai dengan perkembangan teknologi, katalog yang juga mengalami perkembangan, dimana katalog terbagi menjadi beberapa bentuk, dan dalam hal itu penulis memfokuskan bagaimana manfaat katalog buku dan katalog online pada zaman dulu dan kini.
Melihat dulu katalog bermanfaat sebagai pembuatan daftar – daftar pada barang – barang tertentu, namun sekarang katalog begitu berkembang pesat yang saat ini mulai dipakai oleh perusahaan – perusahaan untuk mempromosikan produk – produknya. Sehingga penulis ingin menganalisa bagaimana perkembangan katalog dari mulai berbentuk buku hingga berbentuk secara online serta bagaimana manfaat katalog secara umum dari awal terciptanya hingga saat ini. Jika dilihat katalog saat ini sudah sangat populer sekali karena banyaknya perusahaan yang menggunakan katalog dalam kegiatannya untuk mempromosikan produk – produknya. Dan tidak hanya dalam perusahaan saja, katalog juga sudah di terapkan pada perpustakaan yang berguna untuk mempermudah menemukan buku yang dikoleksi oleh perpustakaan. Katalog dalam perpustakaan juga terdapat katalog yang berbasis online.  
Perkembangan Katalog.
Sudah menjadi hal yang biasa katalog pada kehidupan manusia pada saat ini. Dimana banyak orang yang berjualan menggunakan katalog untuk mengenalkan produknya. Mulai dari restaurant yang menggunakan katalog untuk para pelanggannya memilih menu makanan hingga dari penjual kosmetik dan yang lainnya menggunakan katalog. 
Katalog pertama kali dilakukan oleh angkatan laut Amerika pada tahun 1914, yang mulai membuat daftar – daftar barang militer dan daftar ini dipublikasikan oleh “Naval Depot Supply and Stock Catalog “. Walaupun masih dalam tahap percobaan namun katalog ini sangat dirasakan manfaatnya. Pada tahun 1929, sistem katalog kemudian berkembang dilingkungan pemerintah Amerika. Pada tahun ini Presiden Hoover memutuskan bahwa “Federal Standard Stock Catalog” digunakan untuk pemerintahan. Pada tahun 1932  presiden Roosevelt mengembangkan sistem katalog di Amerika yang seragam.  Dan tahun 1935  President memutuskan suatu peraturan bahwa “Federal  Standard Stock Catalog” diberikan untuk seluruh negara Amerika. Sistem katalog ini berlangsung hingga perang dunia ke II. Selama   perang  dunia II  di lingkungan  pemerintah  Amerika  terdapat berbagai sistem katalog yang berbeda. Karena berbeda katalog tersebut membuat terjadi kesemrawutan pada pemerintahan Amerika dan pada tanggal 18 Januari 1945 Roosevolt  mengakui bahwa  kesemrawutan  katalog Amerika mengakibatkan  pemborosan keuangan  dan membahayakan keamanan negara. Sehingga pemerintah Amerika menetapkan setiap instansi harus menggunakan katalog yang sama. Dan pada  tanggal 3 Juli 1947 Angkatan  Darat  dan Angkatan  Laut  membentuk  sistem  cataloging yang sama. Pada tanggal 1 Juli 1952 dengan Undang-Undang nomor : 436 Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika (DOD) mengesahkan “The Defense Cataloging and Standarization Aet” (Undang-udang Katalogisasi dan Standarisasi Pertahanan). Pada saat ini ditetapkan bahwa sistem penomoran barang menggunakan “Federal Stock Number” (FSN). Sistem katalog DOD dan Departemen Sipil berkembang menjadi sistem yang integral, sistem ini merupakan sistem yang luas dan terdiri dari berbagai kegiatan. Pada tahun 1956 beberapa negara kelompok NATO ikut menggunakan sistem (FSN). Mulailah kode Federal Stock Number (FSN) berubah menjadi “Nato Stock Number” (NSN). Pada tahun 1965 seluruh katalog barang dengan stock number (baik yang Federal maupun NATO System) diproses dengan komputer. Pada tanggal 1 Januari 1962 “Defense Logistics Services Center” (DLSC) dibentuk.   DLSC ini merupakan pusat kegiatan katalog Amerika serta negara-negara NATO. Pada tahun 1975 sistem NSN diresmikan penggunaannya oleh pemerintah Amerika dan berlaku pula untuk negara-negara Eropa dalam bentuk blok NATO.     Bulan-bulan berikutnya hampir seluruh negara Eropa (kecuali Blok Timur) menggunakan NSN. Sistem ini kemudian diikuti oleh negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin.  Di Indonesia yang pertama kali menggunakan katalog adalah TNI AU, yang resmi menggunakan sistem ini pada tahun 1983, meskipun sebelumnya menggunakan NSN. (Shakkel Muhamad Zayyan Subekti, 2010 ).
Melihat dari perkembangan katalog tersebut dapat kita lihat bahwa katalog pertama kali dilakukan di negara Amerika yang digunakan untuk mendaftar barang – barang militer, lalu diikuti oleh negara  - negara yang tergabung di NATO, negara Eropa, dan negara – negara Asia. Dengan perkembangan katalog yang sangat pesat tidak menutup kemungkinan jika katalog selalu mengalami perubahan – perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.
Katalog
            Katalog merupakan sesuatu yang sangat peting yang harus dimiliki perusahaan untuk  mempromoasikan koleksinya. Katalog adalah alat publikasi yang digunakan perusahaan sebagai cara untuk mempromosikan produk dan layanan mereka ( Aldo, 2011 ). Katalog di anggap sebagai kebutuhan yang harus ada pada setiap perusahaan untuk mempermudahnya kegiatan perusahaan. Katalog yang menjadi wakil dari semua koleksi yang dimiliki menjadi salah satu yang istimewa. Berbagai macam bentuk katalog mulai ada dan mulai berkembang. Sehingga ini menjadi manusia harus terus menerus melakukan perubahan – perubahan baru agar nantinya tidak ketinggalan dengan yang lainnya.Melihat dari perkembangan katalog, jika saat ini katalog tidak hanya digunakan pada kegiatan militer dan pemerintahan saja, tetapi katalog saat ini telah digunakan secara umum dan siapa saja dapat menggunakannya sebagai sarana untuk berbisnis dan yang lainnnya.
            Perpustakaan merupakan pusatnya gudang buku. Dan bukan menjadi hal yang mustahil jika perpustakaan juga menggunakan katalog. Perpustakaan menggunakan katalog karena begitu banyaknya buku yang disimpan dalam perpustakaan. Sehingga manusia merasa perlu adanya katalog dalam perpustakaan. Katalog tersebut yang nantinya mewakili semua koleksi yang ada diperpustakaan . hal tersebut memberikan kemudahan bagi pustakawan ataupun pengunjung dalam mencari buku. Tidak perlu waktu yang lama untuk mencari buku walaupun dalam suatu perpustakaan memiliki banyak koleksi.
Katalog Buku
            Katalog bentuk buku merupakan katalog yang tersusun dalam 1 buku. Disebut juga katalog tercetak dan merupakan bentuk katalog yang paling kuno. Katalog bentuk buku memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah digunakan, dapat di bawa ke mana-mana, dan digandakan dengan mudah. Kerugiannya adalah, sekali dijilid, maka katalog buku menjadi usang, karena tambahan buku tidak dapat disisipkan ke entri yang sudah ada.
            Ketika dulu manusia masih belum mengenal adanya komputer dan jaringan internet, katalog yang digunakan manusia saat dulu adalah katalog yang berbentuk kertas yang tersusun menjadi sebuah buku. Walaupun demikian, katalog saat itu sangat berguna untuk membatu kegiatan manusia yang diantaranya yaitu mendaftar barang – barang militer, yang saat itu katalog baru pertama kali dilakukan dan sangat dirasakan manfaat nya. Selanjutnya katalog zaman dulu juga digunakan dalam instansi pemerintah.
Kini jika kita melihat katalog buku hanyalah selember kertas atau buku karena hampir semua perusahaan menggunakan katalog untuk promosi. Dan dibalik itu fungsi katalog produk atau barang bagi produsen atau penjual sangatlah penting. Karena selain berfungsi sebagai alat untuk menawarkan dan menjual produk, Katalog masih mempunyai beberapa fungsi lain yang sangat membantu bagi produsen maupun penjual, Apalagi bagi perusahaan produk busana atau fashion. Sehingga walaupun katalog buku terlihat sudah ketinggalan jaman namun masih tetep dipakai oleh perusahaan.

Tidak hanya perusahaan yang menggunakan katalog buku, dimana sejak adanya katalog, perpustakaan juga telah menggunakan katalog dalam sistem diperpustakaan. Katalog buku biasanya dipakai untuk seleksi bahan pustaka di perpustakaan. Katalog buku dalam perpustakaan memiliki manfaat – manfaat yang sangat penting. Menurut Cutter (1876) tujuan katalog adalah sebagai berikut:
1. Memungkin seseorang mememukan sebuah buku yang diketahui berdasarkan Pengarang, judul atau  Subyek,
2. Menunjukan buku yang dimiliki perpustakaan oleh pengarang tertentu berdasarkan subyek tertentu, atau dalam jenis literature tertentu
3. Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya berdasarkan karakternya

Dalam katalog buku juga memilki kekurangan yaitu katalog ini biasanya paling murah, dan dapat dibuat banyak dan dapat pula dijual. Hanya kesukarannya dalam penambahan, pengurangan dan perbaikan. Setiap kali katalog ini harus diperbaharui, supaya sesuai dengan keadaan. ( Helsa, 2014 )


Katalog online
Katalog online adalah katalog yang data bibliografinya disimpan dalam database komputer. Untuk membuat katalog online dibutuhkan perangkat komputer dan program aplikasi tertentu karena ‘pemanggilan data’ dilakukan dengan menggunakan bahasa komputer. Contoh : Online Public Access Catalogue (OPAC). Penelusuran dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan sekaligus, misalnya melalui judul, subjek, dan sebagainya yaitu dengan menggunakan penelusuran boolean logic. Keuntungan lain dari adanya katalog online adalah penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan kapasitas besar yang memungkinkan input banyak muatan data bibliografis, penelusuran dapat dilakukan oleh banyak pengguna perpustakaan dalam waktu yang bersamaan tanpa saling mengganggu dan tidak sampai terjadi kerumunan atau antrian sebagaimana mungkin terjadi pada katalog manual, tidak perlu penjajaran tertentu sebagaimana katalog manual, data bibliografis yang dapat dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas ( Nikiartha, 2013 )
Katalog online ini mulai berkembang ketika mulai adanya komputer, data pustaka yang input dikomputer dirasa dapat memberikan kemudahan bagi manusia dalam menemukan buku.  Ketika manusia yang menginginkan untuk mengakses katalog iklan maupun katalog pada perpustakaan, katalog online menjadi salah satu cara alternatif yang mudah dilakukan. Hal ini karena katalog online dapat dilihat dimana saja dan kapan saja. Tentu katalog online menjadi katalog yang paling laris digunakan oleh perusahaan -  perusahaan. Seperti pada web belanja online, yang hampir semua menggunakan katalog online untuk mempromosikan barangnya.
Manfaat menggunakan katalog online ( Hermanto, 2010 ) yaitu :
- penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat
- penelusuran dapat dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan
- menghemat waktu dan tenaga
- pengguna dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam atau tidak
- pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusur bahan pustaka
- dapat menemukan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan
- meningkatkan layanan perpustakaan
- keberadaan perpustakaan diketahui masyarakat luas

Kekurangan mengunakan katalog online ( Hermanto, 2010 ) yaitu :
- apabila ada bahan pustaka belum masuk ke data base pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran
- tergantung aliran listrik, bila listrik mati maka kegiatan penelusuran bahan pustaka akan terganggu


Kesimpulan
Melihat dari perkembangan katalog hingga terdapatnya katalog buku dan katalog online, menandakan bahwa ketika perkembangan teknologi yang semakin cepat, perkembangan katalog juga mengikuti sesuai perkembangan teknologi. Manfaat katalog pada zaman dulu sebagai daftar untuk mendaftar barang barang militer. Pada saat itu katalog dirasa sangat bermanfaat untuk membantuk perkerjaan manusia. Sehingga dulu katalog juga digunakan pada instansi pemerintah. Mengingat dulu katalog telah banyak digunakan hal tersebut menbuat begitu banyaknya katalog yang berbeda – beda sehingga membuat adanya kekacauan. Lalu ketika manusia mengenal komputer dan internet katalog semakin berkembang menjadi katalog online. Katalog online yang saat ini banyak sekali digunakan oleh seluruh masyarakat didunia. Katalog online juga dirasa lebih praktis disbanding katalog yang lainnya. Namun walaupun telah adanya katalog online, hal itu tidak membuat katalog buku semakin ditinggalkan. Malah katalog buku juga semakin diperbaharui agar dapat mengimbangi katalog online. Makannya manfaat katalog zaman dulu dan kini tidak jauh berbeda. Hanya terlihat dari katalog yang digunakan. Katalog pun tidak hanya digunakan oleh perusahaan – perusahaan, melainkan juga katalog digunakan pada perpustakaan yang bermanfaat bagi kegiatan di perpustakaan.


Daftar Pustaka
Nikiartha. 2013. KATALOG ONLINE. Diakses pada 12 Februari 2017. https://nikiartha.wordpress.com/2013/01/19/katalog-online/
Bambang, Hermanto. 2010. Diakses pada 12 Februari 2017. http://bambanguns.blogspot.co.id/2010/05/manfaat-katalog-online.html
Aldo. 2011. Apa itu Katalog?. Diakses pada 12 Februari 2017. https://sagalaartweb.blogspot.co.id/2011/07/apa-itu-katalog.html

Helsa. 2014. Katalogisasi. Diakses pada 12 Februari 2017. http://pp.ktp.fip.unp.ac.id/?p=36







Minggu, 12 Februari 2017

Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi secara umum



Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi secara umum
“Perkembangan Klasifikasi berawal dari kehidupan sehari- hari hingga dalam pusat informasi dan perpustakaan”
Oleh :
Sayu Putu Sri Artasari ( 1612311008 )

Abstrak
Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana awal terciptanya klasifikasi yang saat ini banyak digunakan dalam berbagai instansi maupun dalam kehidupan sederhana sehari – hari. Dilihat dari begitu banyak manfaat yang dirasakan dengan adanya klasifikasi ini. Perlu untuk kita ketahui bagaimana sejarah dan perkembangan klasifikasi ini sehingga menjadi suatu hal yang sangat berguna dalam kehidupan manusia. Perkembangan klasifikasi yang sangat pesat menjadi sesuatu yang unik untuk dibahas. Dalam menganalisa ini, akan digunakan beberapa persepsi dari beberapa pakar perpustakaan.
      Kata kunci : klasifikasi, informasi, perpustakaan, bibliografi, Dewey Decimal Classification.
Latar belakang
Manusia dalam melakukan kegiatan akan berfikir terlebih dahulu, apa yang akan dilakukan dan bagaimana manfaatnya nanti. Ketika manusia telah menemukan kegiatan yang bermanfaat, kegiatan tersebut akan dilakukan secara terus menerus yang nantinya mengalami peningkatan – peningkatan dan perubahan yang dapat dipakai dalam berbagai kegiatan. Contohnya seperti kegiatan dalam pengelompokkan suatu barang tertentu dimana misalnya barang yang berfungsi untuk kegiatan memasak akan di taruh didapur, begitu juga dengan barang yang berfungsi untuk tidur akan ditaruh pada tempat tidur. Hal ini tentunya berfungsi untuk mempermudahnya dalam nantinya melakukan kegiatan. Sehingga manusia menempatkannya pada tempat tertentu yang mengkhusus. Kegiatan seperti ini terus berlanjut karena dapat membantu mempermudah manusia. Manusia bernalar, untuk dapat melakukan penalaran, manusia harus memiliki kemampuan mengklasifikasi. Untuk membedakan objek, manusia harus menvisualisasi atau mengamat- amati objek. Klasifikasi membantu manusia menyusun pikiran dan kesan yang semula tidak teratur menjadi teratur. (Sulistyo-Basuki, 1993 ). Klasifikasi atau pengelompokkan yang dimana merupakan kegiatan yang tanpa disadari oleh manusia itu sendiri lalu berguna dalam perpustakaan.
Klasifikasi itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “ classis “. Klasifikasi adalah proses pengelompokkan yang artinya mengumpulkan benda / entitas yang sama serta memisahkan benda / entitas yang tidak sama. (Sulistyo-Basuki, 1993 ). Secara umum dapat dilihat jika klasifikasi merupakan kegiatan dalam penataan dan penggolongan suatu benda  sesuai dengan tata urutan sistematis. Klasifikasi sangat erat berhubungan dalam kehidupan sehari – hari ini. Klasifikasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia yang dapat berdampak baik pada kehidupan manusia. Klasifikasi  dapat memberikan keteraturan berfikir pada manusia dalam menyusun berbagai macam barang, file, atau sebagainya yang dapat menciptakan keteraturan. Saat ini sebagian besar manusia tidak menyadari jika dalam kehidupan sehari – hari sering melakukan kegiatan klasifikasi. Yang dimana klasifikasi sebenarnya dapat mempermudah kegiatan – kegiatan tertentu yang dilakukan manusia. Klasifikasi merupakan usaha pengelompokkan benda sesuai dengan kesamaan ciri – cirinya. Hal ini sudah pasti sering dilakukan manusia dalam kehidupan sehari – hari tanpa disadari. Secara umum klasifikasi bermanfaat dalam kehidupan manusia. Dalam hal menata suatu pengetahuan menjadi berurutan sesuai dengan tata urutan sistematis merupakan bentuk dari klasifikasi.
Klasifikasi banyak diterapkan dalam berbagai kegiatan manusia. Dalam dunia perpustakaan klasifikasi diterapkan pada pusat informasi dan perpustakaan, yang diberi definisi sebagai penyusunan sistematik terhadap buku dan bahan pustaka lain atau catalog atau entri indeks berdasarkan subjek, dalam cara paling berguna bagi mereka yang membaca atau mencari buku.         (Sulistyo-Basuki, 1993 ) . klasifikasi sangat berguna bagi segala kegiatan manusia mulai dari yang terkecil hingga kegiatan yang besar. Misalnya dalam rumah tangga pasti seseorang akan melakukan klasifikasi terhadap barang – barang yang berada dirumah yang ditempatkan sesuai jenis dan fungsinya.
 Perkembangan Klasifikasi
Klasifikasi yang kita tahu saat ini adalah bentuk kegiatan pengelompokkan yang dilakukan oleh manusia untuk untuk membedakan barang – barang atau makhluk hidup yang berbeda jenis, fungsi, dan sebagianya untuk dikelompokkan kedalam satu wadah yang nanti berguna untuk mempermudah dalam pencarian benda – benda ataupun yang lainnya.
Klasifikasi yang kita tahu sekarang, telah ada pada 2000 tahun yang lalu. Klasifikasi ini dilakukan oleh Aristoteles seorang ilmuan Yunani. Aristoteles pada zaman itu melakukan klasifikasi terhadap makhluk hidup yaitu tumbuhan dan hewan. Aristoteles mengatakan bahwa tumbuhan itu memiliki banyak klorofil dan tidak bisa perpindah tempat sedangkan hewan tidak memiliki klorofil tapi mampu berpindah tempat.
Dengan kegiatan yang dilakukan oleh Aristoteles tersebut, lalu seorang ilmuan perpustakaan yang bernama Melvil Dewey. Beliau menerbitkan klasifikasi persepuluhan dewey (DDC) pada tahun 1876 dengan judul “A Classification and subject indecks for a library”. Pada saat itu, DDC yang diterbitkan oleh Melvil Dewey masih sederhana hanya berjumlah 42 halaman, 12 hlm bagian pendahuluan, 12 hlm bagian bagan, dan 18 hlm indeks. ( Noprianto, 2014 )
Pengertian klasifikasi sendiri, terdapat dalam kamus besar bahasa Indonesia, yang menyatakan bahwa, klasifikasi adalah penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. Penyusunan biasa dilakukan oleh manusia dalam kegiatannya melakukan pengelompokkan yang nantinya memberikannya  kemudahan dalam melakukan kegiatan. Penyusunan bersistem biasanya  sering diterapkan pada  instansi – instansi yang bertujuan untuk mempermudahnya dalam menyimpan ataupun mencari suatu  berkas – berkas maupun file – file yang diperlukan dengan cepat.
Dalam pemahaman tentang klasifikasi beberapa pakar juga memberikan pendapatnya seperti :
1.     Menurut Harrolds Librarians Glossary menyebutkan bahwa klasifikasi adalah pengelompokkan benda secara logis menurut ciri-ciri kesamaannya.
2.     Menurut Sulistyo Basuki, Klasifikasi adalah proses pengelompokkan/pengumpulan benda atau entitas yang sama, serta memisahkan benda atas entitas yang tidak sama.
Sehingga jika kita lihat  bahwa  klasifikasi merupakan kegiatan pengelompokkan benda yang memiliki ciri- ciri yang sama dan memisahkan yang tidak sama. Klasifikasi yang berawal dari kegiatan  kehidupan sehari – hari  manusia hingga digunakan dalam berbagai kegiatan perusahaan ataupun yang lainnya.
Ketika klasifikasi mulai berkembang, maka barulah seseorang menciptakan DDC ( Dewey Decimal Classification ) pertama kali yang diterbitkan oleh Melvil Dewey, DDC tersebut terus berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Sampai sekarang telah banyak dilakukan penambahan subjek-subjek baru, perluasan notasi, perubahan lokasi karena selalu adanya perkembangan subjek. Tercatat bahwa 135 negara telah menggunakan DDC ini, dan telah diterjemahkan melebihi dari 30 bahasa dan juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Berikutnya pada tahun 1894 DDC kembali menerbitkan edisi baru, kali ini dalam edisi ringkas dan telah sampai pada edisi ke 12 pada tahun 1989. Edisi ringkas ini diterbitkan untuk perpustakaan yang koleksinya bersklala kecil, perpustakaan yang jumlah koleksinya masih dibawah  20.000 judul.            ( Noprianto, 2014 )
Klasifikasi juga diterapkan diberbagi ilmu  pengetahuan ataupun dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Dalam ilmu alam diterapkannya klasifikasi untuk pengelompokkan makluk hidup, ilmu sosiologi diterapkan klasifikasi untuk mengelompokkan  bagaimana perilaku sosial manusia mulai dari kesamaan secara umum hingga mengkhusus. Dengan begitu banyaknya kegiatan yang menggunakan klasifikasi, maka kita fokuskan klasifikasi pada klasifikasi pada pusat informasi dan perpustakaan .
Penerapan klasifikasi pada pusat informasi
Klasifikasi sangat diterapkan pada pusat informasi, hal ini terjadi karena begitu banyak informasi yang ada sehingga perlu adanya pengelompokkan dan pemilahan dalam informasi tersebut.  Informasi saat ini sangat penting untuk diketahui, bahkan saat ini kita harus melek akan informasi yang beredar saat ini. Dengan perkembangan zaman yang sangat pesat maka kita diharuskan memiliki begitu banyak informasi. Karena informasi sangat penting bagi kehidupan agar tidak ketinggalan berita – berita disekitar kita atau bahkan di dunia. Sehingga amat sangat penting jika kita selalu update dengan informasi – informasi yang baru.
Informasi merupakan sebuah data yang telah diproses atau diolah yang nantinya dipakai dalam meningkatkan pengetahuan seseorang yang dipakai sebagai dasar kajian dalam menentukan keputusan. Begitu berkembang pesatnya informasi membuat banyaknya oknum yang membuat berita – berita hoax yang saat ini banyak sekali beredar di media sosial.  Berita hoax yang semakin marak beredar di media sosial ataupun yang lainnya sudah semakin sangat meresahkan, dimana berita tersebut dapat menebarkan kebencian. Berbagai masalah mulai dari berita hoax hingga pemberitaan bersifat fitnah kerapkali bertebaran menghiasi media, baik bersifat mainstream ataupun abal-abal (Khalik, 2017). Dengan hal tersebut klasifikasi informasi sangat diperlukan di zaman sekarang ini, karena klasifikasi juga nantinya dapat menjaga kerahasiaan yang dimiliki suatu organisasi.
Klasifikasi yang diterapkan pada informasi dapat dibedakan dengan berbagai cara pengklasifikasian. Misalnya, menurut fungsi sistem (embedded IT System, dedicated IT system, dan general purpose IT system), menurut departemen atau perusahaan bisnis (sistem informasi akuntansi, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi, dll), menurut dukungan terhadap level manajemen dalam perusahana (sistem pemrosesan transaksi, sistem pendukung keputusan, san sistem informasi eksekutif), menurut ukuran dan menurut cara melayani permintaan (klien-server). ( Desy, 2011 )

Penerapan Klasifikasi pada Perpustakaan
Bermula dari kegiatan sehari – hari, klasifikasi menjadi sesuatu yang sangat penting. Klasifikasi sangat diperlukan dalam perpustakaan karena  klasifikasi dapat mempermudah  pustakawan maupun pengunjung dalam mencari buku ataupun menata buku. Ini jelas terjadi, karena jika  klasifikasi tidak diterapkan di perpustakaan maka buku – buku yang  berbeda  jenis akan dicampur adukkan sehingga membutuhakan waktu yang  cukup lama dalam mencari buku yang diinginkan. Terbukti dengan semakin berkembangnya perpustakaan yang  mengembangkan klasifikasi membuat para pengunjung perpustakaan semakin puas dalam mencari buku.
Informasi dan perpustakaan sangat erat kaitannya, karena dalam perpustakaan informasi merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh pustakawan ataupun perpustakaan itu sendiri. Seseorang yang membutuhkan pengetahuan ataupun informasi akan keperpustakaan untuk mendapatkannya.Sehingga klasifikasi dalam informasi dan perpustakaan sangat penting dan perlu terus diterapkan.
Dalam kegiatan manusia, teknologi informasi menjadi suatu kegiatan yang sudah sangat biasa dilakukan. Seiring perkembangan zaman yang terjadi. Teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarkan informasi. Namun teknologi informasi juga dapat menimbulkan masalah  diantarannya hak cipta, perlindungan data, transborder data flow, dan pengangguran. Maka pengarsipan data dan teks merupakan tugas tradisional perpustakaan. Perpustakaan bertugas menyimpan kumulasi pengetahuan masyarakat sekitar. Disamping itu juga perpustakaan juga bertugas untuk mempersiapkan cantuman bibliografi dari dokumen berisi pengetahuan yang dihasilkan masyarakat (Sulistyo-Basuki, 1993 ).
Perpustakaan yang merupakan tempat untuk meminjam buku, file, data – data dan juga tempat untuk mencari informasi. Perpustakaan juga merupakan tempat untuk menyimpan karya tulis ataupun ilmu pengetahuan lainnya. Dengan hal ini, perpustakaan merupakan tempat yang sangat penting yang harus ada, karena perpustakaan merupakan tempat gudangnya ilmu pengetahuan. maka dari itu, sangat pentingnya dilakukan klasifikasi data- data yang ada di perpustakaan untuk mempermudahnya kegiatan di perpustakaan.
Penerapan klasifikasi pada perpustakaan dimulai dari hal yang sederhana, dimana saat itu masih dilakukan pengelompokkan buku – buku secara sederhana. Setelah itu barulah  terciptanya sistem DDC. DDC merupakan singkatan dari Dewey Decimal Classification. DDC merupakan klasifikasi ciptaan abad ke-19 yang dibuat atas prinsip taksonomis dan hirarkhis. DDC menduduki peringkat pertama yang paling banyak digunakan. DDC merupakan klasifikasi yang digunakan pada perpustakaan, bukan klasifikasi yang digunakan untuk ilmu pengetahuan lainnya (Sulistyo-Basuki, 1993 ).
Perkembangan klasifikasi yang begitu pesat membuat terjadi perubahan – perubahan yang ada pada klasifikasi. Ini membuat beberapa perbedaan yang terjadi pada klasifikasi tradisional dengan klasifikasi modern. Klasifikasi tradisonal cenderung untuk mendaftar ( to enumerate ) semua subjek dan subdivisi subjek serta menyatakan simbol bagi setiap subjek. Klasifikasi ini disebut klasifikasi enumeratif. Contohnya yaitu Library of Congress Classification. Sedangkan untuk klasifikasi modern menekankan pentingnya faset analisis dan sintesis, klasifikasi ini disebut klasifikasi berfaset. Contohnya yaitu Colon Classification atau klasifikasi analisi dan sintesis. (Sulistyo-Basuki, 1993 ).
Penggunaan DDC tidak sembarangan dapat digunakan oleh perpustakaan. Karena dalam DDC, perpustakaan harus mengikuti unsur – unsur yang berlaku dalam menggunakan DDC. Hal ini tentunya harus sangat diperhatikan dalam penggunaannya, agar nanti tidak mengalami kendala – kendala yang dapat menghambat dalam penggunaan DDC. Unsur – unsur yang harus dipenuhi dalam penggunaan DDC ( Noprianto, 2014 ) yaitu :
a.     Sistem pembagian ilmu pengetahuan yang dimasukkan dalam bagan harus mempunyai landasan prinsip-prinsip tertentu.
b.    Notasi, ini merupakan rangkaian simbol seperti angka dan harus mencerminkan istilah yang terdapat dalam bagan, pada  DDC ini dikenal dengan nomor kelas.
c.     Indeks relatif, rincian dari sejumlah tajuk yang disusun secara alfabetis.
d.    Tabel pembantu, menerang rangkaian notasi khusus untuk menyatakan aspek tertentu dalam subjek yang berbeda.
e.     Sistem klasifikasi juga perlu menyediakan kelas karya umum, seperti karya yang cakupannya begitu luas.
Sebagai sarana pengaturan pustaka dirak, klasifikasi memiliki 2 tujuan yaitu (a).  membantu pemakai mengidentikkan  dan melokalisasi sebuah dokumen berdasarkan nomor panggil, (b). mengelompokkan semua dokumen sejenis menjadi satu. Tujuan dari klasifikasi tersebut membutuhkan karakteristik tertentu untuk  mengumpulkan bahan pustaka menjadi satu. Misalnya pengelompokkan berdasarkan nama pengarang. (Sulistyo-Basuki, 1993 )
Klasifikasi yang diterapkan dalam perpustakaan  dan juga dalam hal informasi. Yang dengan kata lain klasifikasi dapat berfungsi ganda yaitu (a). sebagai gawai penyusun buku di rak, (b). sebagai sarana penyusun entri bibliografis dalam katalog tercetak, bibliografi, dan indeks dalam tata susunan sistematis. (Sulistyo-Basuki, 1993 ). Bibliografi merupakan Klasifikasi yang sudah diterapkan diperpustakaan ataupun pada informasi contohnya : Bibliogrfi Nasional Indonesia
Dalam perpustakaan klasifikasi bertujuan untuk (a) menghasilkan urutan dokumen yang bermanfaat bagi staf ataupun pemakai perpustakaan, (b) penepatan dokumen yang tepat, maksudnya ketika suatu dokumen/buku diambil, dan akan terjadi kekosongan didalam rak yang mengharuskan klasifikasi menyusun kembali, (c) Penyusunan mekanisme, maksudnya dimana pustakawan mampu menyisipkan dokumen baru diantara dokumen lama, (d) Tambahan dokumen baru, dimana pustakawan harus mengklasifikasi dokumen baru dengan menentukan lokasi yang tepat antara disisipkan diantara subjek yang telah ada ataupun membuat yang baru (Sulistyo-Basuki, 1993 ).  
Sehingga dalam dunia perpustakaan sangat diperlukannya klasifikasi yang nantinya sangat berguna untuk mempermudah kegiatan diperpustakaan. Hal tersebut membuktikan jika klasifikasi sangat penting dilakukan. Dengan melihat dari hal tersebut, bahwa klasifikasi berawal dari kegiatan sehari – hari manusia dalam mengelompokkan suatu benda atau yang lainnya sehingga dapat mempermudah kegiatannya yang terus  berkembang hingga diterapkan dalam instansi – instansi bahkan juga digunakan di perpustakaan.
Kesimpulan
            Klasifikasi yang bermula dari kegiatan sederhana manusia dalam kehidupan sehari – hari untuk mempermudah kegiatannya, lalu seiring perkembangannya klasifikasi dipakai dalam berbagai ilmu untuk mengklasifikasi materi – materi. Begitu juga klasifikasi sangat diterapkan dalam informasi karena melihat dari perkembangan informasi yang kian hari mangalami kemajuan yang sangat pesat. Klasifikasi yang diterapkan pada pusat informasi diharapkan dapat memilih informasi yang benar dan bukan merupakan informasi hoax. Karena informasi hoax ini dapat membuat terjadinya kebencian pada setiap manusia. Klasifikasi informasi juga dapat menjaga kerahasiaan pada setiap organisasa karena klasifikasi dapat mengelompokkan informasi yang dapat disebar luaskan ataupun yang tidak dapat disebarluaskan. Pentingnya informasi juga harus dimiliki oleh perpustakaan. Perpustakaan menerapkan klasifikasi dengan sistem DDC yang diciptakan oleh Melvil Dewey, yang saat ini DDC tersebut banyak digunakan oleh perpustakaan – perpustakaan diseluruh dunia. Dengan teknologi informasi, perpustakaan juga bertugas untuk menyimpan karya – karya dari masyarakat yang dalam penyimpanannya tersebut menggunakan cara klasifikasi. Maka dari itu, klasifikasi yang berada diperpustakaan yang dulunya berawal dari kegiatan sederhana manusia dalam sehari – hari dapat diterapkan pada pusat informasi dan perpustakaan yang manfaatnya sangat dapat dirasakan oleh manusia.
  
 Daftar Pustaka
     Noprianto, Eko.2014. Sejarah Klasifikasi. Diakses pada 11 Februari 2017. http://duniailmu111.blogspot.co.id/2014/03/sejarah-klasifikasi.html

Khalik, Achmad . 2017 . Pemerintah Harus Sigap Hadapi Masalah Informasi Digital. Diakses pada 11 februari 2017. http://www.timlo.net/baca/68719703149/pemerintah-harus-sigap-hadapi-masalah-informasi-digital/


Sulistyo-Basuki .( 1993 ). Pengantar Ilmu Perpustakaan hal. 87 – 100, 393- 402, 419 – 421. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Drs. Upriyadi, SS, M.Hum. 2012. Pengertian Klasifikasi. Diakses pada 11 Februari 2017. http://ilmu-perpustakaan.blogspot.co.id/2012/03/pengertian-klasifikasi.html
Ubay, 2016. 15 Pengertian Informasi Menurut Para Ahli Terlengkap. Diakses pada 10 Februari 2017. http://www.seputarpendidikan.com/2016/04/15-pengertian-informasi-menurut-para-ahli-terlengkap.html